Saturday, September 26, 2020

Reply 1997: Kisah persahabatan dan percintaan di tahun 1997


Selamat datang di Hobi Nonton yuk kita bahas drama dan film yang seru. Kali ini saya akan menceritakan rangkuman dari sebuah drama korea berjudul 'Reply 1997'.

Reply 1997 adalah salah satu drama bertemakan persahabatan dan kisah cinta didalamnya. Berlatarkan tahun 1997, drama ini memiliki plot maju mundur. Di scene awal dari setiap episodenya menunjukkan bagaimana keadaan para pemainnya di tahun 2012 dalam sebuah acara makan malam reuni, sementara cerita besar dari drama ini berawal dari tahun 1997 di Busan.

Sung shi-won yang diperankan oleh Jung  Eun-ji dari A-pink, adalah seorang perempuan SMA yang sangat tergila-gila pada Tony Ahn dari boyband H.O.T. Pada masa itu, dia bahkan rela melukai jarinya untuk menuliskan tulisan sumpah dengan darahnya untuk bisa menjadi anggota dewan fans club H.O.T. Dengan karakter easy-going dan sedikit blak-blakan, Shi-won memiliki daya tarik tersendiri. Dia memiliki orang tua yang sangat menyayanginya, walaupun ayahnya sering memarahinya dan bertengkar mengenai kegilaan shi-won terhadap Tony.

Yoon Yoon-jae, diperankan oleh Seo In-guk, adalah laki-laki yang pendiam dan terkesan dingin. Dia berteman dengan Sung shi-won semenjak mereka masih kecil. Ia hanya memiliki seorang kakak laki-laki karena kedua orang tuanya sudah meninggal. 

Yoon Tae-Woong, diperankan oleh Song Jong-ho, adalah kakak laki-laki dari Yoon-jae yang berprofesi sebagai guru di sekolah mereka. Dia sebenarnya adalah pria yang sangat pintar dan memiliki potensi. Dulu, ia adalah pacar dari kakak perempuan Shi-won yang kemudian meninggal pada saat dirinya masih berkuliah. 




Masa SMA Shi-won dan Yoon-jae diwarnai oleh tawa dan tangis dari sahabat mereka yang adalah Kang Joon-hee (Hova), Mo Yoo-jung (Shin So-yul), Do Hak-chan (Eun Ji-won), Bang Sung-jae (Lee Si-eon). Keenam sahabat ini menikmati masa-masa muda mereka sebagai siswa SMA di tahun 1997. Terlebih Shi-won dan Yoo-jung yang menjadi fans berat dari boyband yang sedang terkenal saat itu, pergi ke konser mereka, dan menempelkan poster mereka di kamar.

Cerita percintaan sahabat-sahabat ini tidak kalah menarik. Kang Joon-hee menyukai Yoon-jae secara diam-diam dan memutuskan untuk tetap menjadi sahabat untuk Yoon-jae tanpa memberitahukan perasaannya. Perlu diketahui, Joon-hee adalah seorang laki-laki. Yoo-jung berakhir berpacaran dengan Hak-chan meskipun awalnya dia sangat menyukai Yoon-jae. Sedangkan Sung-jae mengalami patah hati karena ditolak oleh perempuan yang disukainya, tetapi ia selalu menjadi sahabat yang sering melakukan hal-hal konyol yang dapat membangun suasana menjadi ceria dan berwarna.

Tokoh utama di film ini yang adalah Sung Shi-won, diceritakan belum memiliki perasaan menyukai siapapun di masa itu, di tahun 1997. Ia disibukan dengan fantasinya untuk menikahi Tony -idolanya yang bahkan tidak mengenal dirinya. Tetapi tanpa diketahuinya, Yoon-jae, sahabat yang sudah dikenalnya sedari kecil, menyukainya. Yoon-jae mulai menyadari rasa sukanya terhadap Shi-won di hari pertama mereka masuk SMA. Sebuah scene yang banyak membuat baper penontonnya adalah saat Yoon-jae yang ingin mengkonfirmasi perasaannya, mencium Shi-won di sebuah pancuran di halaman belakang sekolahnya. Namun saat itu, Shi-won malah memukul Yoon-jae. Yoon-jae sudah memendam perasaannya untuk waktu yang lama sampai suatu ketika ia memutuskan untuk mengungkapkan perasaannya di malam hari setelah mereka menyelesaikan ujian kelulusan SMA. 


Tanpa disangka, di hari yang sama - 18 November 1998, Yoon Tae-Woong mengatakan kepada Yoon-jae bahwa ia memiliki perasaan terhadap Shi-won. Ia sama sekali tidak berpikiran tentang perasaan adiknya terhadap Shi-won yang selama ini telah dipendam oleh adiknya itu. Karena mengetahui perasaan kakaknya terhadap Shi-won, Yoon-jae yang tadinya sudah membuat janji untuk bertemu dengan Shi-won di taman untuk menyatakan perasaannya, akhirnya mengurungkan niatnya. Ia bersandar di tembok taman untuk sejenak, merenungi kekalahan terhadap kakaknya. Ia tidak mungkin menyatakan perasaannya terhadap Shi-won, karena baginya hanya ada dua sosok yang penting dalam hidupnya saat ini yaitu Shi-won dan kakaknya. Lalu, ia pergi dari taman dan memutuskan untuk berusaha memendam perasaannya.

Keesokan harinya, Tae-Woong mengungkapkan perasaannya kepada Shi-won dan keduanya resmi berpacaran. Tae-Wong saat itu sudah berhenti dari pekerjaan gurunya, lalu membuat sebuah perusahaan kecil berbasis IT. Tae-Wong mendapatkan uang yang sangat banyak karena program aplikasi buatannya menjadi terkenal. Shi-won dengan bahagia menjalani hari-harinya berpacaran dengan Tae-Woong meskipun Tae-Woong sering sibuk di kantornya. Yoon-jae, di sisi lain, bertingkah mengabaikan Shi-won karena ia masih berusaha mengontrol perasaannya yang hancur setiap melihat Shi-won berrsama dengan kakaknya. Akan tetapi, Shi-won tidak mengerti kenapa sepertinya Yoon-jae marah terhadapnya.

Suatu hari, Shi-won pulang larut malam ke rumahnya dan ia merasa ada orang yang mengikutinya di sepanjang jalan. Di siang harinya, sudah beredar berita bahwa akhir-akhir ini ada aksi perampokan dan pemerkosaan yang menargetkan wanita mudah. Shi-won menjadi sangat takut. Orang tuanya sedang berlibur dan Tae-Woong masih bekerja di kantornya, jadi akhirnya Shi-won menelpon Yoon-jae. Pada saat yang sama, Yoon-jae yang sudah mencemaskan Shi-won sedari tadi, juga sedang menelponnya. Jadi, telepon mereka tidak tersambung karena mereka ternyata sedang saling menelpon. Sampai akhirnya, Shi-won menelpon ke telepon rumah Yoon-jae dan Yoon-jae segera mengangkatnya. Mendengar Shi-won sedang diikuti oleh seseorang, dengan tergesa-gesa Yoon-jae berlari keluar rumahnya. Di tengah jalan, Tae-Woong menelponnya dan ketika Yoon-jae menjawab telepon itu sambil berlari, ia kemudian bertabrakan dengan pria bersepeda di persimpangan gang. Yoon-jae terjatuh, tetapi dia segera bangkit lagi dan kembali berlari.

Akhirnya, Yoon-jae menemukan Shi-won dan mendekapnya. Terlihat pria yang mengikuti Shi-won sedari tadi akhirnya mundur dan pergi. Yoon-jae, dengan masih terengah-engah mendekap Shi-won di sampingnya dan berjalan menuju rumah Shi-won. Sesampainya di depan rumah Shi-won, Shi-won akhirnya bisa melihat bagaimana penampilan Yoon-jae saat ini. Lengan kirinya berdarah dan ia hanya memakai satu sendal, tapi Yoon-jae mengatakan bahwa ia tidak apa-apa. Sejak saat itu, Shi-won menyadari ada yang berbeda dalam hubungannya dengan Yoon-jae.


Di hari ulang tahun Shi-won, satu hari sebelum keberangkatannya ke Soul untuk berkuliah, keenam sahabat itu merayakan ulang tahunnya di sebuah tempat karaoke. Disinilah akhirnya Yoon-jae mengungkapkan apa yang selama ini dipendamnya. Lalu ia mengatakan bahwa ia tidak akan lagi bertemu dengan Shi-won. Akhirnya keenam sahabat itu berpisah menjalani kehidupan setelah masa SMA mereka masing-masing. Shi-won, Yoo-jung, Yoon-jae, dan Joon-hee berkuliah di Soul. Sung-jae tetap di Busan dan Hak-chan pergi ke luar negeri.

Scene acara reuni mereka di tahun 2012 sepertinya sengaja ditampilkan di awal dari setiap episode untuk membuat penonton penasaran akan akhir dari kisah cinta mereka. Apakah Yoo-jung akan bersama dengan Hak-chan yang memutuskan untuk kuliah di luar negeri mengikuti instruksi orang tuanya? Apakah Shi-won akan berakhir bersama dengan Tae-woong atau justru Yoon-jae? 

Di tahun 2005, sekitar 7 tahun kemudian, Yoon-jae bertemu kembali dengan Shi-won secara tidak sengaja  di sebuah cafe. Padahal selama 7 tahun belakangan ini, Yoon-jae selalu berusaha menghindar dari berbagai kemungkinan yang dapat mempertemukannya dengan Shi-won, baik itu reuni, kunjungan ke rumah orang tua Shi-won, maupun makan malam bersama dengan kakaknya dan Shi-won. Semua itu, ia hindari hanya agar ia tidak bertemu lagi dengan Shi-won. Tetapi takdir berkata lain. Mereka dipertemukan kembali. Kemudian, keesokan harinya ayah dari Yoo-jung meninggal yang akhirnya membawa keenam sahabat kembali bertemu. 

Dalam perjalanan menuju ke rumah duka, Shi-won mengatakan kepada Yoon-jae bahwa ia menyukai Yoon-jae lalu menanyakan apakah Yoon-jae masih menyukainya atau tidak. Ternyata selama ini Shi-won hanya menganggap Tae-woong sebagai kakak, sebagai daddy-long-legs. Yoo-jae terkejut mendengarnya karena ia tidak pernah menyangka bahwa Shi-won akan menyukainya. Akan tetapi, karena ia mengetahui bahwa kakaknya, Tae-woong, masih menyukai Shi-won sampai saat ini, ia tidak mau menjawab Shi-won. 


Tae-woong pada saat itu masuk rumah sakit untuk operasi kecil. Setelah Yoon-jae mengunjunginya di kamar pasien, ia dan Shi-won pergi ke tangga darurat di rumah sakit itu, tempat terkenal bagi orang-orang di rumah sakit itu sebagai tempat untuk mencurahkan apapun perasaan mereka. Di tempat itu, Shi-won bertanya kembali kepada Yoon-jae mengenai perasaannya. Ia mendorong Yoon-jae untuk jujur terhadap perasaannya. Akhirnya Yoon-jae menjawabnya dengan sebuah ciuman. Sejak saat itu, mereka resmi berpacaran dan akhirnya menikah. Shi-won sudah hamil anak dari Yoon-jae lebih dulu sebelum mereka menikah. Bagaimana dengan Tae-woong? Dia bertemu dengan dokter wanita yang cantik dan akhirnya mereka menjalin hubungan. 


Cerita ditutup dengan akhir yang bahagia di acara reuni SMA  di tahun 2012. Yoon-jae menjadi seorang jaksa yang terkenal dan Tae-woong menjadi calon presiden Korea Selatan. Yoo-jung dan Hak-chan akan melangsung pernikahan mereka. Dan yang terpenting mereka berenam masih tetap bersahabat.

Begitulah rangkuman cerita dari drama korea berjudul 'Reply 1997' ini. 



Bagi kalian yang semakin penasaran ingin mengetahui detail ceritanya, saya sangat merekomendasikan kalian untuk menonton drama ini. Hanya 16 episode. Nikmati cerita masa SMA di tahun 1997-an.


Sampai jumpa di rangkuman cerita drama atau film berikutnya.

Salam pecinta nonton.




Saturday, June 27, 2020

EPT di LIA: My first EPT experience



Di era globalisasi ini, bahasa Inggris menjadi suatu skill yang sangat penting untuk dimiliki. Ada banyak pekerjaan yang mengharuskan pekerjanya memiliki kemampuan berbahasa Inggris yang baik. Beasiswa-beasiswapun sudah banyak yang memasukan syarat ini, apalagi apabila kalian ingin berkuliah di luar negeri. Salah satu cara untuk membuktikan tingkat kemampuan berbahasa Inggris kalian adalah dengan melakukan tes bahasa Inggris, baik TOEFL, TOEIC, maupun IELTS. Disini saya akan menceritakan pengalaman saya dalam mengambil tes EPT.

Apa itu EPT?

EPT adalah singkatan dari English Proficiency Test. Tes ini adalah tes prediksi TOEFL. Loh, jadi EPT ini bukanlah tes TOEFL yang sebenarnya ya? Iya, benar. Di Indonesia, tes TOEFL yang sebenarnya hanya diselenggarakan oleh beberapa tes center yang dikelola oleh ETS/IIEF. Tes TOEFL itu sendiri terbagi menjadi 2 jenis, yaitu: ITP yang merupakan paper-based test dan IBT yang merupakan internet-based test. Akan tetapi, jangan takut, sis dan bros. EPT merupakan tes yang sudah lengkap, mencakup mengukur kemampuan bahasa Inggris dari segi mendengarkan (listening), tata bahasa (grammar dan structure), membaca (reading),  dan tambahan menulis (writing) dan berbicara (speaking) apabila diperlukan. LIA mengakomodir tes ini, sis dan bros.

EPT untuk apa sih?

Biasanya ada banyak perusahaan-perusahaan yang merekomendasikan, bahkan mewajibkan, pekerjanya untuk menyerahkan hasil nilai EPT mereka. Biasanya, hasil tes ini juga akan berpengaruh pada besarnya gaji pekerja. Akan ada bonus tambahan atau kenaikan gaji apabila mencapai nilai yang distandarkan oleh perusahaan. Ada juga beberapa universitas dan beasiswa kuliah yang mengharuskan adanya hasil nilai tes ini. Jadi, bisa dicoba ya.

Nah, pertanyaan selanjutnya yang biasanya ditanyakan adalah bagaimana caranya mendaftar untuk ikut tes ini?

Caranya mudah sekali. Kalian tinggal datang saja ke salah satu LIA (berhubung ada banyak LIA tersebar di seluruh Jakarta ini, di kota-kota besar lain juga sepertinya ada). Datangnya harus H-1 ya. Nah, di masa PSBB ini, yang saya lakukan adalah mencari nomor call center LIA yang bisa saya hubungi. Nah, di website LIA Pengadegan ada nomor whatsapp mereka, jadi bisa langsung chat deh. Lalu, nanti akan diarahkan untuk mengisi formulir online untuk mendaftar tes dan membayar sejumlah uang melalui bank transfer. Kalau mau di LIA lainnya, bisa cari aja website-nya.

Berapa harga EPT di LIA?

Untuk tes EPT yang hanya mencakup listening, grammar & structure, dan reading, kalian perlu merogoh kocek sebesar Rp. 250.000. Cukup murah bukan? Apabila ingin sampai writing dan speaking, cukup tambah Rp. 50.000 ekstra.

Apakah bisa one-day-service (ODS)?

Bisa banget. Jadi, biasanya hasil tesnya akan keluar dua hari setelah tes. Tetapi, di LIA Pengadegan ini (kurang tahu kalau di LIA lainnya, kayaknya gak ada), ada one-day-service yang memberikan pelayanan menyediakan hasil tes di hari yang sama. Bayarnya tambahan Rp. 75.000 ya.

Berapa lama dari awal tes sampai menerima hasilnya?

Tes dimulai pukul 8.00, tetapi diharuskan datang sebelumnya untuk registrasi ulang. Registrasi ulangnya biasanya dibuka pukul 7.00, tetapi karena masa PSBB ini (mungkin pengaruh tidak banyak yang mengambil tes) jadi counter-nya baru dibuka sekitar pukul 7.45. Lalu, untuk tes-nya total 115 menit, plus instruksi dan lain-lain mungkin sekitar 2 jam lebih sedikit. Apabila kalian mengambil paket yang plus writing dan speaking, kalian akan di-tes setelahnya. Waktu untuk writing test sekitar 30 menit sepertinya, lalu speaking sekitar 10-15 menit. Total, pengalaman saya, saya baru selesai pukul 11.30. Nah, hasil tes-nya sudah bisa saya ambil pukul 14.00.

Terakhir, apa sih tips bagi yang berniat mengambil EPT di LIA ini?

Dari saya, yang sebenarnya belum terlalu mahir juga, ada beberapa tips yang bisa dilakukan:
1. Persiapan dengan belajar
Belajar tentu saja perlu, minimal satu minggu sebelumnya (tapi kalau bisa, dari beberapa bulan sebelumnya). Cara belajarnya bisa berbeda-beda tiap orang. Kalau saya, karena sumber yang paling mudah dan saya punya adalah internet, jadi saya memanfaatkannya semaksimal mungkin. Saya mencari di google ataupun youtube tentang soal-soal TOEFL itu seperti apa. Saya download contoh soal TOEFL di google lalu kerjakan. Saya juga mengerjakan soal listening yang saya cari di youtube. Kalau ada modal lain, silahkan beli buku latihan TOEFL di toko buku.

2. Persiapan dengan melihat atau membaca pengalaman orang lain
Nah, belajar dari pengalaman orang lain sangat membantu. Kamu bisa mengetahui banyak informasi sebelum benar-benar mengambil tesnya. Contohnya, dengan membaca tulisan saya ini.

3. Persiapan dengan mencoba berdialog dengan orang lain (atau monolog dengan diri sendiri) dalam bahasa Inggris
Nah, dengan cara seperti ini, kalian akan terbiasa untuk berkomunikasi dalam bahasa Inggris. Ini sangat membantu untuk tes speaking kalian.

4. Persiapan dengan menulis karangan/esai dalam bahasa Inggris
Cari topik-topik yang biasa ada di tes writing, lalu kerjakan deh. Semakin banyak berlatih menulis, maka akan semakin lancar dan bertambah kosakata.

5. Pastikan tidur cukup
Kamu tidak ingin tertidur pada saat mengerjakan tes kan? Selain itu, tidur yang cukup juga akan membantu kamu lebih berkonsentrasi di esok harinya.

6. Pastikan sarapan
Seperti yang saya bagikan diatas, saya non-stop dari pukul 8.00-11.30, jadi kalau tidak sarapan, sudah pasti akan kelaparan. Apabila kelaparan, ini akan mempengaruhi kinerja otak kamu.

7. Pastikan ke toilet sebelum tes dimulai
Selama tes kamu tidak akan diperbolehkan untuk ke toilet, jadi silahkan ke toilet dulu sebelum tesnya dimulai.

8. Matikan handphone saat tes berlangsung


Nah, setelah membaca ini, saya harap kalian dapat lebih bersiap untuk yang ingin mengambil EPT TOEFL. Selamat mencoba. Semoga sukses.




Sources:
https://ept.liasemarang.com/2019/01/23/toefl-adalah/


Monday, April 20, 2015

Karena Semua Manusia Sama

Bukankah manusia itu egois?
Tak ada satupun yang benar-benar peduli
Entah aku atau kamu
karena semua manusia sama

Bukankah manusia itu egois?
Tak ada yang mau mengalah
Menghela sebentar, dan kamu kalah
karena semua manusia sama


Bukankah manusia itu egois?
Mata lebih sering menutup
Terbuka hanya untuk semburat kebahagiaan
karena semua manusia sama

Bukankah manusia itu egois?
Mencekik untuk dihormati
Membuncah amarah untuk dihargai
karena semua manusia sama

Wednesday, September 10, 2014

Dance

Dance the dance you dance.
Don't dance the dance people who dance dance.

I got this quote from one of my student's profile. It seems so complicated but funny to be read.
In fact, we are sometimes too busy to become what other people like or do, rather than to become ourselves.

Sunday, September 7, 2014

Naga

"Mau aku gambarin naga gak di tangan kamu?" 
Sang cewek menyipitkan matanya. "Emang kamu bisa gambar?"
"Kamu ngejek?"
Tawa si cewek mengambang di udara. Si cowok mengambil tangan si cewek, "Kamu merem dong!"
Si cewek menurut, ia memejamkan matanya.
Detik berganti. 
"Udah,"
Si cewek membuka matanya. Gambar itu adalah gambar sebuah bentuk oval dengan bercak-bercak hitam di dalamnya. "Apaan ini?"
Si cowok tersenyum, "Ini telur naga." Ia menutup telapak tangan si cewek lalu meletakannya di dada cewek itu. "Dipelihara ya sampe jadi naga!"


Monday, August 18, 2014

Menghindar

Diajak ke pesta, gak mau ah.
Ngeliat orang yang dikenal ada didepannya, sengaja cari jalan lain biar gak papasan.
Kalau ada pertemuan, duduknya mojok dan sengaja banget gak pengen ditanggepin kehadirannya.
Kalau sebentar lagi gilirannya bicara, dia izin ke toilet.

pernah ngalamin yang kayak gini gak?
gue iya, kalo bisa. Sayangnya, sering kali gue berhadapan dengan situasi dimana gue gak bisa menghindarinya lagi walaupun gue pengen banget.
Disitulah gue belajar buat tarik nafas, tenangkan pikiran, dan berusaha yakin pada diri sendiri........


Sunday, August 17, 2014

Gold

"This is for all the girls n boys all over the world,
whatever you've been told, you're worth more than gold."
Britt Nicole, Gold.

Hey, you! yeah, you! Don't cover up your face and sit at the back.
Don't think you will never be at the front with heads up.
You can do it. you are worth more than you know.